Cara Menghilangkan Noda

Maret 4, 2008

Kafemuslimah.comSerajin apapun ibu rumah tangga membersihkan rumahnya, ada saja beberapa noda yang tetap muncul dan membandel. Tentu saja hal ini tidak dihadapi oleh ibu rumah tangga saja, kita muslimah sekalian tentunya juga pernah mengalami hal serupa. Berikut adalah beberapa tips mengenai cara menghilangkan noda agar rumah tetap bersih :

1.Noda Lemak
Noda ini bisa dihilangkan dari baju katun dengan mencucinya dengan air hangat yang dicampur sodium. Sementara itu, pada baju-baju berbahan sutra, baik yg alami maupun yg sintetis, noda lemak bisa dihilangkan dengan bensin. Caranya dapat dilakukan dengan menggosokkan sepotong kain yang sudah dibasahi bensin pada bagian yang terkena noda, lalu semprot daerah yang terkena noda tersebut dengan bedak talk, kemudian hilangkan bedak tersebut dengan sikat yang lembut, dan ulangi proses ini berkali-kali.

Ada pun pada baju-baju wol, noda lemak bisa dihilangkan dengan bensin atau menggosok-gosoknya dengan campuran terpentin (minyak tusam) dan alkohol putih bertakaran sama.

2.Noda Teh dan Kopi
Jika baju yang terkena noda teh dan kopi berasal dari katun atau kapas, rendamlah pada larutan panas dari asam tartaric atau di dalam larutan panas dari boraks. Sementara itu, pada warna-warna yang permanen, noda jenis ini bisa dihilangkan dengan larutan air jaafiil.

Sementara, jika baju yang terkena noda jenis ini berbahan sutra alami ataupun sintetis, atau juga wol maka rendamlah di larutan boraks yang hangat atau larutan ultraoksidasi edrogen (air oksigen) yang hangat.

3.Noda Keringat
Noda keringat sering terjadi di musim panas bisa dihilangkan dengan larutan penghilang warna jika memang baju yang terkena noda ini tidak berwarna atau berbahan katun putih. Namun, jika berwarna dan berbahan selain katun, noda bisa dihilangkan dengan larutan ultraoksida edrogen (air oksigen) yang telah dibubuhi amonia.

4.Noda Buah-buahan
noda buah-buahan bisa diatasi dengan karutan boraks yang telah didihkan selama lima menit atau dengan larutan penghilang warna.

5.Noda Darah
Noda darah jika mengenai kain-kain katun berwarna dan bahan-bahan lainnya maka rendamlah kain-kain tersebut di dalam larutan boraks yang panas.

Jika pakaian-pakaian yang terkena noda darah ini bisa dicuci, gunakanlah larutan penghilang warna untuk pakaian putih atau larutan boraks untuk yang berwarna. Namun, jika tidak boleh dicuci, buatlah adonan dari amonia dan tempelkan pada noda. Tunggu beberapa laam hingga amonia menyerap noda tersebut. Baru setelah amonia kering, sikatlah dengan sikat lembut dan ulangi proses ini sesuai kebutuhan.

6.Noda Minyak
Noda minyak mekanik biasanya menimpa para pekerja dan insinyur bangunan. Untuk menghilangkannya, Anda bisa menggosok-gosoknya dengan bensin atau minyak tanah, kemudian semprotkan bedak ke daerah yang ternoda. Proses ini berlaku untuk semua jenis pakaian.

7.Noda Oksidan
Jika pakaian yang ternoda ini berasal dari bahan siluzi (katun, kapas) dan berwarna putih maka basahilah kain yang ternoda, lalu letakkan di ember kecil dan siram dengan air mendidih, kemudian tambahkan lapisan asam lemonik dan kucek dengan lembut. Biarkan rendaman beberapa detik, kemudian siram lagi dengan air mendidih atau letakkan pakaian tersebut di dalam larutan panas berupa asam aksalik dengan takaran setngah sendok yang dicampurkan ke segelas air.

Jika pakaian berwarna dan berbahan non katun maka lakukan cara di atas, tetapi dengan larutan yang hangat dan ringan.

8.Noda Tinta dan Susu di Baju Anak-Anak
Untuk mengatasi maslah noda susu, letakkan bagian yang ternoda di atas sebongkah es agar membekukan noda tersebut dan menghilangkan susu. Jika masih ada bekas-bekas yang tertinggal makahilangkan dengan asetat (cuka asam).

Jika Anda temukan noda tinta di baju katun anak-anak, baik yang berwarna biru ataupun merah, lakukan proses seperti proses penghilangan noda oksidan, ditambah dengan penggunaan boraks setelah diasami (dengan cuka).

Terakhir, Anda bisa menghapus noda cat dengan merendamnya di dalam kerosin, kemudian hilangkan bekas-bekas yang masih membandel dengan bensin.

Perlu kiranya kami beritahukan juga, bahan-bahan yang digunakan untuk menghapus noda-noda ini kebanyakan telah dijual di apotek-apotek dan toko-toko obat.


Tips Mudah dan Murah Hilangkan Formalin

Maret 2, 2008

Isu tentang formalin mungkin sudah mulai surut. Tapi upaya yang dilakukan Dra SUKESI M.Si, Dosen Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITS, untuk mengurangi kandungan formalin dalam makanan yang telah diawetkan dengan formalin, kiranya bisa dimanfaatkan.  

Apalagi cara yang ditawarkannya boleh dibilang tanpa biaya tambahan apa-apa, hanya bagaimana cara memperlakukan bahan makanan itu sebelum dikonsumsi. “Saya tertarik untuk mencoba mencari bagaimana mengurangi kadar formalin dalam makanan semata karena ternyata penggunaan bahan pengawet yang di larang itu sudah sedemikian memasyarakat,” katanya. Apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan kadar formalin atau deformalinisasi? Cukup mudah kata Kesi menjelaskan. Dalam siaran pers yang dikeluarkan ITS, ia menjelaskan untuk proses deformalinisasi ikan asin, dapat dilakukan dengan cara merendam ikan asin tersebut dalam tiga macam larutan, yakni air, air garam dan air leri. ”Perendaman dalam air selama 60 menit mampu menurunkan kadar formalin sampai 61,25 persen, dengan air leri mencapai 66,03 persen, sedang pada air garam hingga 89,53 persen. Ini artinya hanya dengan perlakuan dan pengetahuan yang baik sebelum dikonsumsi, kadar formalin akan hilang,” katanya. Memang, tambahnya, kita tidak dapat menghilangkan hingga 100 persen kadar formalin yang ada. Tapi paling tidak dengan makin berkurangnya kadar formalin dalam bahan makanan itu, maka untuk mengkonsumsinya relatif aman. ”Saya tidak mengatakan formalin itu aman digunakan sebagai pengawet, tapi mengurangi kadar formalin dalam bahan makanan yang mengandung formalin menjadi penting untuk diketahui dan dipahami,” katanya. Bagaimana dengan tahu? ”Sedikitnya ada tiga cara penanganan untuk mengurangi kadar formalin, direndam dalam air biasa, dalam air panas, direbus dalam air mendidih, dikukus kemudian direbus dalam air mendidih dan diikuti dengan proses penggorengan,” katanya. Hasilnya, katanya melanjutkan, berbeda-beda, terbaik merebusnya dalam air mendidih kemudian diikuiti dengan proses penggorengan. ”Sedang untuk mie proses deformalinisasi terbaik adalah dengan cara merendam dalam air panas selama 30 menit, dimana hasilnya dapat menghilangkan kadar formalin hingga mencapai 100 persen. Adapun pada ikan segar, dapat dilakukan dengan merendam dalam larutan cuka 5 persen selama 15 menit,” katanya. Sukes akan mencoba membuat apa yang telah dilakukan dalam penelitian deformalinisasi ini dalam bentuk brosur praktis agar masyarakat dengan mudah melakukannya. ”Kami sedang mencari sponsor untuk menyebarluaskan hasil penelitian ini sebagai bahan untuk penyuluhan kepada masyarakat. Harapannya melalui brosur itu masyarakat akan makin tentang dengan isu-isu formalin, karena ternyata dapat dikurangi kadarnya,” katanya.

source : terussehat.com